Jumat, 25 Maret 2016

Bahasa Indonesia 2 - Paragraf Deduktif dan Induktif

Pengertian Penalaran, Deduktif dan Induktif

A.  Penalaran
Proses bernalar atau singkatnya penalaran merupakan proses berfikir yang sistematik untuk memperoleh kesimpulan berupa pengetahuan yang bertolak belakang dari pengamatan indera (observasi empirik) yang menghasilkan sejumlah konsep dan pengertian. Berdasarkan pengamatan yang sejenis juga akan terbentuk proposisi-proposisi yang sejenis, berdasarkan sejumlah proposisi yang diketahui atau dianggap benar, orang menyimpulkan sebuah proposisi baru yang sebelumnya tidak diketahui. Bahan pengambilan kesimpulan itu dapat berupa fakta, informasi, informasi, pengalaman, atau pendapat para ahli (otoritas). Proses inilah yang disebut menalar. Kegiatan penalaran mungkin bersifat ilmiah atau tidak ilmiah.
Ada dua jenis penalaran ilmiah atau pengambilan keputusan yang berkaitan dengan penulisan ilmiah terbagi menjadi dua yaitu:
Penalaran Induktif
Penalaran induktif adalah suatu metode berpikir dari hal yang bersifat khusus menjadi bersifat umum.
Ciri-ciri penalaran induktif :
  1. Menyebutkan peristiwa " khusus "
  2. Menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa khusus 
  3. Kesimpulan terdapat diakhir paragraf  
Penalaran Deduktif
Metode berpikir deduktif adalah metode berpikir yang menerapkan hal-hal yang umum terlebih dahulu untuk seterusnya dihubungkan dalam bagian-bagiannya yang khusus, penalaran deduktif proses penalaran untuk menarik kesimpulan berupa prinsip atau sikap yang berlaku khusus berdasarkan atas fakta-fakta yang bersifat umum. Mudahnya adalah mencari kebenaran dari hal-hal yang bersifat umum. Proses penalaran ini disebut Deduksi.

Paragraf Silogisme
        Silogisme adalah proses penarikan kesimpulan secara deduktif. Silogisme disusun dari dua proposi (pernyataan) dan sebuah konklusi (kesimpulan).

Bentuk Silogisme
          Silogisme terdiri dari dua premis dan sebuah kesimpulan. Kedua premis tersebut adalah premis umum (PU) dan premis khusus (PK).
Premis umum : Berupa pernyataan yang menyatakan sebuah kelompok atau kumpulan tertentu yang memiliki ciri atau sifat tertentu.
Premis khusus : Berupa pernyataan yang menyatakan salah satu anggota dari suatu kelompok tersebut.
Kesimpulan : Kesimpulan yang menyatakan bahwa salah satu anggota kelompok memiliki ciri atau sifat pada kelompok tersebut. 
·         Premis Umum       : Premis Mayor (PU)
·         Premis Khusus      : Premis Minor (PK)
·         Premis Simpulan   : Premis Kesimpulan (K)
Dalam simpulan terdapat subjek dan predikat. Subjek simpulan disebut term mayor, dan predikat simpulan disebut term minor.

Macam – macam paragraf silogisme
Berikut ini adalah jenis – jenis paragraf silogisme dan contohya.
1. Paragraf silogisme kategorial
Paragraf ini dikembangkan dengan silogisme kategorial yaitu, silogisme yang premis mayornya berupa kategorial dan menjadi predikat. Sedangkan premis minornya menjadi subjek. 
Contoh :
PU : Semua mahasiswa gunadarma mengikuti ujian utama.
PK : clara mahasiswa tingkat tiga di universitas gunadarma.
K : clara mengikuti ujian utama.
          Tahun ini, semua mahasiswa gunadarma akan melaksanakan ujian utama. Kebetulan clara merupakan mahasiswa teladan di universitas gunadarma, dia juga mahasiswa tingkat tiga di universitas gunadarma. Oleh karena itu, clara akan melaksanakan ujian utama sebagai salah satu mahasiswa teladan di universitas gunadarma.
2. Paragraf Silogisme Hipotetik
          Paragraf ini menggunakan pola silogisme kategorial, yaitu silogisme yang premis mayornya berupa argument atau pendapat. 
Contoh :
PU : apabila besok cerah, saya akan membeli mobil baru.
PK : hari ini cerah.
K : saya membeli mobil baru.
          Hari ini saya sudah berjanji dengannya apabila besok cerah, saya akan membeli mobil baru. Kebetulan hari ini cerah maka saya akan datang ke dealer mobil itu untuk melihat berbagai jenis tipe mobil. Karna tahun kemaren saya mengumpulkan uang dari hasil kerja saya maka saya berniat untuk membeli mobil baru ini.
3. Paragraf silogisme alternative
          Paragraf ini dikembangkan dengan pola silogisme alternative, yaitu silogisme yang premis umumnya merupakan sebuah pilihan.
Contoh:
PU : billy melanjutkan kuliah atau kerja.
PK : billy melanjutkan kuliah.
K : billy tidak melanjutkan kerja.
          Karena billy berniat untuk menjadi sarjana terlebih dahulu, maka orang tuanya binggung, apakah billy ingin melanjutkan kuliah atau bekerja. Ternyata billy berniat untuk melnajutkan kuliahnnya. Oleh karena itu, billy tidak akan melanjutkan kerja.
4. paragraf entimen
Entimen merupakan sebuah silogisme yang dipendekan. Jadi entimen adalah kesimpulan dari silogisme. Namun, sebenarnya, entimen ini bukanah paragraf, akan tetapi lebih terlihat seperti sebuah kalimat kesimpulan. 
Contoh:
PU : mahasiswa yang teladan tidak akan datang terlambat.
PK : clara mahasiswa yang teledan.
K: clara tidak pernah datang terlambat.
Entimen : clara tidak pernah datang terlambat karena ia mahasiswa teladan.
Setiap orang tua pasti menginginkan anaknyasebagai mahasiswa yang teladan dalam menjalani kuliahnya. Ia juga salah satu mahasiswa yang selalu datang tepat waktu. Jadi clara tidak pernah datang terlambat karena ia mahasiswa teladan.

  B.  Paragraf Induksi
          Induksi adalah penalaran yang menuntun pembaca pada suatu kesimpulan dengan memulai menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus untuk menuju pada simpulan umum.
Macam-macam penalaran induktif:
1. Generalisasi
Generalisasi adalah pernyataan yang berlaku umum untuk semua atau sebagian besar gejala yang diminati generalisasi mencakup ciri-ciri esensial, bukan rincian. Dalam pengenmbangan karangan, generalisasi dibuktikan dengan fakta, contoh, data statistic, dan lain-lain.
Contoh :
      Tiga pemuda itu ditemukan tewas dipinggir jalan thamrin jakarta. Tidak lama kemudian, seorang wanita mengendarai motor terkena baku tembak saat polisi ingin menangkap adanya yang di duga salah satu teroris. Selang beberapa kemudian polisi menemukan adanya barang bukti yang diduga rakitan bom dan pistol yang telah dipakai oleh pelaku saat melakukan penembakan dan pengeboman yang terjadi di sarinah thamrin jakarta. Berdasarkan pernytaan  tersebut bahwa polisi harus menangani kasus yang diduga pelaku teroris saat insiden baku tembak dan ledakan bom di jalan thamrin jakarta.

2. Analogi
Analogi adalah membandingkan dua hal yang banyak persamaannya. Kesimpulan yang diambil dengan jalan analogi, yakni kesimpulan dari pendapat khusus dari beberapa pendapat khusus yang lain, dengan cara membandingkan situasi yang satu dengan yang sebelumnya.
Contoh :
          Mencari uang membutuhkan tenaga, usaha dan keahilan serta ketelitian yang tinggi untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Begitu juga sama seperti menanam padi di sawah memerlukan waktu dan tenaga  untuk mendapatkan hasil panen padi yang maksimal. karena menanam pagi di sawah itu membutuhkan tenaga berpanas-panasan di tengah sawah demi menghasilkan panen yang maksimal. Maka jika kita menjalani atau melakukan suatu juga membutuhkan waktu, usaha serta tenaga untuk mencapai hasil yang maksimal.

3. Hubungan Kausal
           Hubungan kausal (kausalitas) adalah perinsip sebab-akibat yang sudah ada pada setiap kejadian memperoleh kepastian dan keharusan serta kekhususan-kekhususan eksistensinya dari sesuatu atau berbagai hal lainnya yang mendahuluinya, merupakan hal-hal yang diterima tanpa ragu dan tidak memerlukan sanggahan.
Macam hubungan kausal : 
1. Sebab- akibat
Contoh:
        Bulan ini hujan berturut-turut  menguyur kota bogor. air sungai pun berangsur-angsur naik dikarenakan banyaknya masyarakat yang membuang sampah sembarangan dan mampatnya sampah di got halaman rumah sehingga mengakibatkan banjir yang melanda diwilayah kota bogor. jalan dan halaman rumah pun juga mulai di genangi air, bahkan hujan terjadi sepanjang hari tanpa berhenti. Oleh karena itu, membuang sampah sembarangan dan mampatnya got di halaman rumah mengakibatkan banjir yang melanda di wilayah kota bogor.
2. Akibat – Sebab. 
Contoh:
       Semua harga sembako di pasaran sangatlah melonjak. Warga pun merasa keberatan jika bahan pokok seperti kedelai menjadi naik, warga khawatir jika harga kedelai naik maka harga tempe pun juga ikut naik. Kenaikan harga yang terjadi saat ini sangatlah menyulitkan para masyarakat yang berpenghasilannya pas-pasan. Oleh karena itu, jika harga kedelai naik, maka harga tempe pun juga ikut naik.  
3. Akibat – Akibat.
Contoh: 
        Dito ketahuan menyontek saat ulangan sehingga Dito menghasilkan nilai yang jelek.

Jumat, 11 Maret 2016

Kamis, 22 Oktober 2015

Grafik Komputer dan Pengolahan Citra

Penjelasan Mengenai Garis Horizontal, Vertikal, dan Diagonal Pada OpenGL dalam Java

VERTIKAL


Import org.lwjgl.LWJGLException; sebagai pengambilan library org.lwjgl.LWJGLException pada java.
Import org.lwjgl.opengl.*; sebagai pengambilan library org.lwjgl.opengl.* pada java.
Import java.util.*; sebagai pengambilan library java.util.* pada java.
Public class Vertikal { untuk pembuatan public class bernama Vertikal
Public void layar () throws LWJGLException { untuk pembuatan prosedur layar dengan menggunakan LWJGLException
Int a, kordin1, kordin2; untuk pendeklarasian variabel a, kordin1, kordin2 dengan menggunakan integer
Scanner putin = new Scanner(System.in); proses penginputan dengan nama “putin” sebagai penginputan sistem
System.out.print(“Masukan titik awal (x) : “); untuk menampilkan isi komentar yaitu “Masukkan titik awal (x) : “
Kordin1 = putin.nextInt(); untuk proses menginput kedalam variabel kordin1
System.out.print(“Masukan titik awal (y) : “); untuk menampilkan isi komentar yaitu “Masukkan titik awal (y) : “
Kordin2 = putin.nextInt();untuk proses menginput kedalam variabel kordin2
System.out.print(“Masukan Panjang garis yang diinginkan (dalam Pixel) : “); untuk menampilkan isi komentar yaitu “Masukan Panjang garis yang diinginkan (dalam Pixel) : “
a = putin.nextInt();untuk proses menginput kedalam variabel a

try { untuk penamaan prosedur yaitu “try”
Display.setDisplayMode(new DisplayMode (300,300)); untuk mengatur layar output dengan berukuran 300,300
Display.setTitle(“Garis Vertikal”); untuk membuat title judul bernama “Garis Vertikal”
Display.create(); untuk menampilkan layar output
} catch(LWJGLException e) {  untuk mengambil LWJGLException
System.exit(0); } berfungsi untuk mengeluarkan sistem atau menutup sistem
GL11.glMatrixMode(GL11.GL_PROJECTION); untuk menampilkan Matriks Mode dengan Project
GL11.glLoadIdentity(); untuk meload identitas pada GL11.
GL11.glOrtho(0, 800, 0, 600, 1, -1);

GL.glMatrixMode(GL11.GL_MODELVIEW); untuk menampilkan Matriks Mode dengan modelview
While (!Display.isCloseRequested()) { melakukan proses perulangan hingga program diakhiri
GL11.glBegin(GL11.GL_QUADS); untuk memulai proses pemanggilan opengl
GL11.glVertex2f(kordin1,kordin2); membuat titik garis dengan koordinat variabel (kordin1,kordin2)
GL11.glVertex2f(kordin1+5,kordin2); membuat titik garis dengan koordinat variabel (kordin1+5,kordin2)
GL11.glVertex2f(kordin1+5,kordin2+a); membuat titik garis dengan koordinat variabel (kordin1+5,kordin2+a)
GL11.glVertex2f(kordin1,kordin2+a); membuat titik garis dengan koordinat variabel (kordin1,kordin2+a)
GL11.glEnd(); mengakhiri proses pemanggilan opengl
Display.update(); untuk menampilkan program yang sudah diperbaharui

LINE MAKER

Import org.lwjgl.opengl.*; sebagai pengambilan library org.lwjgl.opengl.* pada java.
Import org.lwjgl.LWJGLException; sebagai pengambilan library org.lwjgl.LWJGLException pada java.
Public class LineMaker { untuk pembuatan public class bernama LineMaker
Public static void main () throws LWJGLException { untuk pembuatan prosedur main dengan menggunakan LWJGLException
Int pil; untuk pendeklarasian variabel pil menggunakan integer
Scanner input = new Scanner(System.in); proses pemasukkan input dengan Scanner sistem
System.out.println(“=======Aplikasi Pembuat Garis=======”); untuk menampilkan isi komentar dalam tanda petik dua “=======Aplikasi Pembuat Garis=======”
System.out.println(“1. Membuat Garis Vertical”); untuk menampilkan isi komentar dalam tanda petik dua “1. Membuat Garis Vertical”
System.out.println(“2. Membuat Garis Horizontal”); untuk menampilkan isi komentar dalam tanda petik dua “2. Membuat Garis Horizontal”
System.out.println(“3. Membuat Garis Diagonal”); untuk menampilkan isi komentar dalam tanda petik dua “3. Membuat Garis Diagonal”
System.out.println(“Silahkan masukan Pilihan yang diinginkan : ”); untuk menampilkan isi komentar dalam tanda petik dua “Silahkan masukan Pilihan yang diinginkan : ”
pil = input.nextInt(); proses pemasukkan input kedalam variabel pil
switch(pil){ membuat pilihan dengan menggunakan variabel pil
case 1: jika pilihan pada input adalah 1 maka akan melakukan proses berikut
Vertikal vet = new Vertikal(); pemanggilan fungsi Vertikal dengan menamakan kedalam variabel vet
vet.layar(); untuk menampilkan fungsi dalam vet dan menggunakan main layar
break; proses pemberhentian sejenak
case 2: jika pilihan pada input adalah 2 maka akan melakukan proses berikut
Horizontal hoz = new Horizontal(); pemanggilan fungsi Horizontal dengan menamakan kedalam variabel hoz
hoz.layar(); untuk menampilkan fungsi dalam hoz dan menggunakan main layar
break; proses pemberhentian sejenak
case 3: jika pilihan pada input adalah 3 maka akan melakukan proses berikut
Diagonal dig = new Diagona;(); pemanggilan fungsi Diagonal dengan menamakan kedalam variabel dig
dig.layar();untuk menampilkan fungsi dalam dig dan menggunakan main layar
break; proses pemberhentian sejenak
default: untuk pilihan diantara ketiganya
System.out.println(“Pilihan yang anda pilih salah!!”); untuk menampilkan isi komentar dalam tanda petik dua “Pilihan yang anda pilih salah!!”

HORIZONTAL


Import org.lwjgl.LWJGLException; sebagai pengambilan library org.lwjgl.LWJGLException pada java.
Import org.lwjgl.opengl.*; sebagai pengambilan library org.lwjgl.opengl.* pada java.
Import java.util.*; sebagai pengambilan library java.util.* pada java.
Public class Horizontal { untuk pembuatan public class bernama Vertikal
Public void layar () throws LWJGLException { untuk pembuatan prosedur layar dengan menggunakan LWJGLException
Int a, kordin1, kordin2; untuk pendeklarasian variabel a, kordin1, kordin2 dengan menggunakan integer
Scanner putin = new Scanner(System.in); proses penginputan dengan nama “putin” sebagai penginputan sistem
System.out.print(“Masukan titik awal (x) : “); untuk menampilkan isi komentar yaitu “Masukkan titik awal (x) : “
Kordin1 = putin.nextInt(); untuk proses menginput kedalam variabel kordin1
System.out.print(“Masukan titik awal (y) : “); untuk menampilkan isi komentar yaitu “Masukkan titik awal (y) : “
Kordin2 = putin.nextInt();untuk proses menginput kedalam variabel kordin2
System.out.print(“Masukan Panjang garis yang diinginkan (dalam Pixel) : “); untuk menampilkan isi komentar yaitu “Masukan Panjang garis yang diinginkan (dalam Pixel) : “
a = putin.nextInt();untuk proses menginput kedalam variabel a

try { untuk penamaan prosedur yaitu “try”
Display.setDisplayMode(new DisplayMode (300,300)); untuk mengatur layar output dengan berukuran 300,300
Display.setTitle(“Garis Horizontal”); untuk membuat title judul bernama “Garis Horizontal”
Display.create(); untuk menampilkan layar output
} catch(LWJGLException e) {  untuk mengambil LWJGLException
System.exit(0); } berfungsi untuk mengeluarkan sistem atau menutup sistem
GL11.glMatrixMode(GL11.GL_PROJECTION); untuk menampilkan Matriks Mode dengan Project
GL11.glLoadIdentity(); untuk meload identitas pada GL11.


GL.glMatrixMode(GL11.GL_MODELVIEW); untuk menampilkan Matriks Mode dengan modelview
While (!Display.isCloseRequested()) { melakukan proses perulangan hingga program diakhiri
GL11.glBegin(GL11.GL_QUADS); untuk memulai proses pemanggilan opengl
GL11.glVertex2f(kordin1,kordin2); membuat titik garis dengan koordinat variabel (kordin1,kordin2)
GL11.glVertex2f(kordin1,kordin2+5); membuat titik garis dengan koordinat variabel (kordin1,kordin2 ditambah 5)
GL11.glVertex2f(kordin1+a,kordin2+5); membuat titik garis dengan koordinat variabel (kordin1 ditambah nilai variabel a,kordin2 ditambah 5)
GL11.glVertex2f(kordin1+a,kordin2); membuat titik garis dengan koordinat variabel (kordin1 ditambah nilai variabel a,kordin2)
GL11.glEnd(); mengakhiri proses pemanggilan opengl
Display.update(); untuk menampilkan program yang sudah diperbaharui

DIAGONAL


Import org.lwjgl.LWJGLException; sebagai pengambilan library org.lwjgl.LWJGLException pada java.
Import org.lwjgl.opengl.*; sebagai pengambilan library org.lwjgl.opengl.* pada java.
Import java.util.*; sebagai pengambilan library java.util.* pada java.
Public class Diagonal { untuk pembuatan public class bernama Diagonal
Public void layar () throws LWJGLException { untuk pembuatan prosedur layar dengan menggunakan LWJGLException
Int a, kordin1, kordin2; untuk pendeklarasian variabel a, kordin1, kordin2 dengan menggunakan integer
Scanner putin = new Scanner(System.in); proses penginputan dengan nama “putin” sebagai penginputan sistem
System.out.print(“Masukan titik awal (x) : “); untuk menampilkan isi komentar yaitu “Masukkan titik awal (x) : “
Kordin1 = putin.nextInt(); untuk proses menginput kedalam variabel kordin1
System.out.print(“Masukan titik awal (y) : “); untuk menampilkan isi komentar yaitu “Masukkan titik awal (y) : “
Kordin2 = putin.nextInt();untuk proses menginput kedalam variabel kordin2
System.out.print(“Masukan Panjang garis yang diinginkan (dalam Pixel) : “); untuk menampilkan isi komentar yaitu “Masukan Panjang garis yang diinginkan (dalam Pixel) : “
a = putin.nextInt();untuk proses menginput kedalam variabel a

try { untuk penamaan prosedur yaitu “try”
Display.setDisplayMode(new DisplayMode (300,300)); untuk mengatur layar output dengan berukuran 300,300
Display.setTitle(“Garis Horizontal”); untuk membuat title judul bernama “Garis Horizontal”
Display.create(); untuk menampilkan layar output
} catch(LWJGLException e) {  untuk mengambil LWJGLException
System.exit(0); } berfungsi untuk mengeluarkan sistem atau menutup sistem
GL11.glMatrixMode(GL11.GL_PROJECTION); untuk menampilkan Matriks Mode dengan Project
GL11.glLoadIdentity(); untuk meload identitas pada GL11.
GL11.glOrtho(0, 800, 0, 600, 1, -1);

GL.glMatrixMode(GL11.GL_MODELVIEW); untuk menampilkan Matriks Mode dengan modelview
While (!Display.isCloseRequested()) { melakukan proses perulangan hingga program diakhiri
GL11.glBegin(GL11.GL_QUADS); untuk memulai proses pemanggilan opengl
GL11.glVertex2f(kordin1,kordin2); membuat titik garis dengan koordinat variabel (kordin1,kordin2)
GL11.glVertex2f(kordin1-5,kordin2); membuat titik garis dengan koordinat variabel (kordin1 dikurang 5,kordin2)
GL11.glVertex2f(kordin1+a-5,kordin2+a); membuat titik garis dengan koordinat variabel (kordin1 ditambah nilai variabel a kemudian dikurang 5,kordin2 ditambah nilai variabel a)
GL11.glVertex2f(kordin1+a,kordin2+a); membuat titik garis dengan koordinat variabel (kordin1 ditambah nilai variabel a,kordin2 ditambah nilai variabel a)
GL11.glEnd(); mengakhiri proses pemanggilan opengl
Display.update(); untuk menampilkan program yang sudah diperbaharui


Untuk menjalankan program, compile file tersebut lalu jalankan. Akan muncul seperti gambar dibawah ini.

Menu pilihan yang pertama adalah garis vertical, kedua garis adalah horizontal, dan ketiga adalah garis diagonal. Jika pilih 2 dengan titik awal x = 100 dan y = 110. Untuk panjang garis dalam pixel kita gunakan 400. Maka akan muncul seperti gambar dibawah ini.

Kemudian jika kita pilih pilihan nomer 1 dengan nilai x = 100, dan y = 110. Untuk panjang garis dalam pixel kita gunakan 400 maka akan muncul seperti gambar dibawah ini.

Dan jika kita memilih pilihan nomer 3 dengan nilai x = 100 dan y = 110. Untuk panjang garis dalam pixel kita gunakan 400 maka akan muncul seperti gambar berikut.







Minggu, 18 Oktober 2015

Grafik Komputer dan Penggolahan Citra

Penjelasan mengenai garis horizontal, vertikal, dan diagonal pada OpenGL dalam Dev C++

Dalam OpenGL  pada dev c++ saya akan menjelaskan program inputan dalam membuat garis vertical, horizontal, serta diagonal. Untuk itu sebelum membuat program garis pada openGL terlebih dahulu menginstal glut.h pada library dev c++. versi  dari glut.h tersebut adalah glut-3.7.6 . berikut ini saya akan menjelaskan langkah-langkah  pada dev c++ :

Pilih Menu Tools > Package Manager.

Kemudian pilih install pada dev c++.

Pilih file glut-3.7.6.bin untuk melakukan penginstalan pada dev c++

selanjutnya Pilih  Install untuk pemasangan dev c ++ package.

penginstallan package pada dev c++ selesai kemudian pilih finish untuk melanjutkan proses selanjutnya.

Selanjutnya dalam pembuatan program openGL kita dapat menjalankan sebuah project dalam dev c++  dengan langkah berikut.


Dalam pembuatan garis pada dev c++ dapat menggunakan File Header :
#include <GL/glu.h>
#include <GL/glut.h>
#include <GL/gl.h>
#include <stdlib.h>
#include <cstdlib>
#include <windows.h>
#include <iostream>

perintah diatas ini untuk memanggil semua file Header yang telah  dibutuhkan dalam pembuatan program garis pada dev c++, kemudian iostream ini  sebagai input dan output sedangkan glu,glut,gl berguna agar program dapat menggunakan statement-statement OpenGL.
kita dapat menulis programnya sebagai berikut :

penjelasan pada program garis sumbu:
  1. glClear (GL_COLOR_BUFFER_BIT);  Digunakan untuk membersihkan layar latar belakang dengan warna hitam.
  2. glPushMatrix (); Digunakan untuk membuat baris kode menjadi tidak berlaku untuk bagian luar.
  3. glColor3f (1.0,1.0,1.0); Digunakan untuk menentukan warna garis/titik.
  4. glBegin (GL_LINES); Digunakan untuk menggambar garis dari titik.
  5. glVertex3f (x+0.5,a+0.5,0.0); Digunakan untuk menentukan titik awal pada garis a.
  6. glVertex3f (x+0.5,b+0.5,0.0); Digunakan untuk menentukan titik awal pada garis b.
  7. glEnd (); Digunakan untuk mengakhiri suatu gambar garis dititik akhir.
  8. glPopMatrix (); Digunakan untuk membuat baris kode menjadi tidak berlaku untuk bagian luar.
penjelasan pada menu program garis:
menu:
int a;
cout<<"MENU \n"; (mencetak MENU yang ada dalam komentar (“))
cout<<"1. Garis Vertikal \n"; (untuk mencetak 1.Garis Vertikal)
cout<<"2. Garis Horizontal \n"; (untuk mencetak 2.Garis Horizontal)
cout<<"3. Garis Diagonal \n"; (untuk mencetak 3.Garis Diagonal)
cout<<"4. Exit \n"; (untuk mencetak 4. Exit)
cout<<"Masukkan Pilihan Anda : "; cin>>a; (untuk mencetak masukkan pilihan anda : pada inputan dalam variabel a)
cout<<"\n"; (untuk mencetak enter)
glutInit(&iArgc, cppArgv);
glutInitDisplayMode (GLUT_SINGLE | GLUT_RGB); (untuk penampilan layar single dan warna dasar)
glutInitWindowSize(500, 500); (untuk mengatur ukuran layar yang akan ditampilkan dalam ukuran 500x500)
glutInitWindowPosition(400, 200); (untuk mengatur layar tampilan dalam posisi 400,200)
glutCreateWindow("OpenGL with C++"); (untuk membuat layar output dengan keterangan padaOpenGL with C++)
Initialize(); (untuk pemanggilan fungsi Initialize)

switch(a)
{
                case 1: (untuk memanggil piliha case 1)
                glutDisplayFunc(vertikal); (untuk menampilkan/memanggil fungsi dalam vertikal)
    glutMainLoop(); (untuk melakukan perulangan)
                return 0;
                case 2: (untuk memanggil pilihan case 2)
                glutDisplayFunc(horizontal); (untuk menampilkan fungsi dalam bentuk horizontal)
                glutMainLoop(); (untuk melakukan perulangan pada case 2)
    return 0;
                case 3:  (untuk memanggil pilihan case 3)
                glutDisplayFunc(diagonal); (untuk menampilkan fungsi dalam bentuk horizontal)
                glutMainLoop(); (untuk melakukan perulangan pada case 3)
                return 0;
                case 4:  (untuk memanggil pilihan case 4)
                break; 
                return 0;
                                                               
                default:
                cout<<"Pilihan Anda Salah"; goto menu;} (untuk menampilkan pada komentar "Pilihan     Anda Salah" jika pilihan tersebut  tidak ada pada program maka ia akan kembali ke menu) 

Kemudian compile project tersebut, Dengan pilihan compile atau dengan f9 . kemudian akan muncul outputan dibawah ini:
Jika kita menginput dengan angka 1, akan masuk kedalam pilihan vertikal. karena dalam vertikal maka  nilai X awal =  0, nilai  X akhir = 2, dan nilai Y tetap = 0. Lalu akan muncul hasil outputan .

kemudian hasil outputan pada program pilihan 1 adalah vertikal.

Jika kita menginput dengan angka 2, akan masuk kedalam pilihan horizontal. karena dalam horizontal X awalnya tetap dan Y tetapnya tidak bernilai, maka kita dapat menginput dalam pilihan X akhir. X akhir harus lebih besar dari X awal. seperti gambar berikut. 
kemudian hasil outputan pada program pilihan 2 adalah horizontal.


Jika kita menginput dengan angka 3, akan masuk kedalam pilihan diagonal. karena dalam diagonal X0 dan Y0 harus sama. XI dan Y1 harus bernilai sama. Dengan ketentuan XI dan Y1 lebih besar dengan X0 dan Y0. seperti gambar berikut. 
kemudian hasil outputan pada program pilihan  adalah diagonal.


Dan jika kita salah input dalam pilihan menu (misalkan inputan adalah 5) maka akan muncul seperti berikut.

Jumat, 25 September 2015

Tugas Bahasa Indonesia 1

Peranan Bahasa Indonesia Terhadap Jurusan Sistem Informasi

Sejarah Bahasa Indonesia
Bahasa indonesia berasal dari bahasa melayu yang tumbuh dan dikembangkan sejak zaman dulu. Bahasa indonesia juga dipergunakan sebagai bahasa penghubung anatara nusantara atau seluruh di Asia Tenggara. Bahasa penghubung inilah yang di terima oleh masyarakat nusantara sebagai antarpulau, antarsuku, antarbangsa, dan antar pedagang. Perkembangan bahasa melayu ini yang mempengaruhi dan mendorong tumbuhnya rasa persaudaraan dan rasa persatuan bangsa indonesia, oleh karena itu para pemuda indonesia yang tergabung dalam perkumpulan pergerakan yang mengangkat bahasa melayu menjadi bahasa indonesia yang manjadikan bahasa persatuan seluruh bahasa bangsa indonesia. Proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada 17 Agustus 1945, yang telah mengkokohkan kedudukan dan fungsi bahasa indonesia secara konsitusional sebagai bahasa bernegara dan di pergunakan oleh masyarakat indonesia.

Peran Bahasa Indonesia Terhadap Sistem Informasi
Sistem informasi bisnis merupakan kumpulan dari berbagai informasi yang ditujukan untuk kepentingan bisnis. Dalam mendukung suatu bisnis dimanfaatkanlah teknologi informasi. Teknologi informasi yang digunakan adalah komputer. “Kegunaan komputer pada aplikasi bisnis adalah untuk menyediakan informasi dengan cepat dan tepat” (Suryadi, 1993).
Peranan bahasa indonesia terhadap sistem informasi mencakup pada 2 hal antara lain adanya e-businnes dan e-commerce. Pada istilah e-businnes ini sebagai penggunaan bisnis dalam teknologi informasi dan sistem informasi. Peran tersebut sebagai alat teknologi jaringan dan sistem komunikasi yang bergungsi untuk meningkatkan cara proses suatu bisnis. Sedangkan e-commerce adalah konsep yang bertujuan untuk alat transaksi sebagai elektronik. Peran tersebut dapat digambarkan pada saat sistem penjualan online.

Fungsi Bahasa Indonesia
Pada dasarnya, bahasa memiliki fungsi-fungsi tertentu yang digunakan berdasarkan kebutuhan seseorang, yakni sebagai alat untuk mengekspresikan diri, sebagai alat untuk berkomunikasi, sebagai alat untuk mengadakan integrasi dan beradaptasi sosial dalam lingkungan atau situasi tertentu, dan sebagai alat untuk melakukan kontrol sosial (Keraf, 1997: 3).
Pada era globalisasi didalam suatu kehidupan akan berdampak pada perkembangan dan pertumbuhan bahasa yang dipergunakan sebagai sarana pendukung pertumbuhan serta perkembangan kebudayannya, dan perkembang pula sebagai ilmu pengetahuan dan teknologi. Namun bangsa indonesia juga harus ikut berperan didalam dunia persaiangan di bidang politik, ekonomi serta komunikasinya. Konsep-konsep dan istilah lah yang ada di dalam pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) yang berperan memperkaya dalam  bahasa indonesia. Menurut Sunaryo (2000 : 6), tanpa adanya bahasa (termasuk bahasa Indonesia) iptek tidak dapat tumbuh dan berkembang.
            Sehingga bahasa indonesia tersebut ada didalam struktur budayanya yang memiliki kedudukan , fungsi, dan peran sangat penting sebagai sarana berfikir dan mendukung pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK). Oleh karena itu, jika memahami  dan mencermati dalam menggunakan bahasa, kita akan memahami pula dalam berfikir karena bahasa merupakan cermin yang menjadikan kita sebagai daya penalaran (pikiran).

·         Bahasa sebagai alat komunikasi :
Bahasa merupakan salah satu yang merumuskan kita dalam suatu perasaan yang menciptakan kerja sama dengan sesama masyarakat. Ia mengatur sebagai macam aktivitas kemasyarakatan, merencanakan dan mengarahkan masa depan (Gorys Keraf, 1997 : 4).  Komunikasi juga merupakan yang berperan sebagaian dari ekpresi diri, jika ekspresi diri ini belum sempurna maka ekspresi diri tidak akan di terima atau di pahami oleh orang lain. 
Pada dasarnya jika kita menggunakan bahasa sebagi alat komunikasi, kita harus memliki tujuan tertentu yaitu dengan cara menyampaikan gagasan dan pemikiran yang dapat diterima oleh orang lain, membuat orang lain yakin terhadap gagasan pandangan kita, harus menanggapi hasil pemikiran orang lain. Sehingga di dalam bahasa ini sebagai salah satu contoh pembaca dan pendengar yang menjadikan sebagai sasaran perhatian dan kepentingan  yang utama.
Dalam menggunakan bahasa indonesia untuk berkomunikasi satu sama lain, kita harus mempertimbangkan bahasa yang kita gunakan. Hal ini yang sering kita dengar dengan bahasa yang komunikatif. Misalnya seseorang dapat memahami pada tingkat tertentu, namun sangat luas dan lebih mudah di mengerti serta dipahami oleh masyarakat umum.  

·         Bahasa sebagai alat untuk mengadakan integrasi dan beradaptasi sosial :
Dalam kehidupan sehari-hari tentu kita harus saling beradaptasi dengan menggunakan bahasa sosial pada lingkungan sekitar. Namun saat kita beradapatasi dengan lingkungan tersebut kita harus dapat memahami bahasa-bahasa yang mereka gunakan sehari-hari. Kita tidak bisa menggunakan sembarang bahasa karena bahasa mereka mungkin berbeda dengan bahasa yang kita pergunakan. Dengan hal ini kia harus bisa mengenali bahasa mereka untuk menyesuian diri dengan menggunakan tata cara bahasa tersebut.

·         Bahasa sebagai alat kontrol sosial :
Pengaruh bahasa sebagai alat kontol sosial dapat diterapkan kepada diri kita atau orang lain.berbagai pengetahuan informasi dan pendidikan dapat di samapaikan melalui bahasa salah satu contohnya buku-buku yang telah memberikan ilmu kepada pembacanya, melakukan interaksi sebagai arahan kepada masyarakat adalah bentuk dari kontrol sosial, dengan kata lain, kegiatan tersebut adalah penerapan bahasa yang memberikan kita cara untuk memperoleh pandangan dan sikap yang baru serta perilaku dan tindakan yang baik. Sehingga kita dapat menyimak dan mendengarkan pandangan orang lain.

Perkembangan bahasa indonesia dan IPTEK
Bahasa merupakan salah satu faktor pendukung kemajuan suatu bangsa karena sebagai sarana untuk membuka wawasan bangsa terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang. Dalam era globalisasi ini ilmu pengetahuan berkembangan sangat pesat, dapat dipastikan setiap hari terdapat informasi-informasi baru yang tersebar diseluruh dunia. Namun, informasi tersebut tidak selalu berasal dari Indonesia, kebanyakan informasi tersebut berasal dari luar negeri.
Jika bangsa Indonesia ingin mengambil ilmu pengetahuan tersebut, bahasa asing jelas merupakan hal yang tidak dapat ditinggalkan. Ilmu pengetahuan baru yang ditemukan diluar Indonesia pasti menggunakan bahasa tempat informasi itu berasal.
Hal yang dapat dicatat adalah bahwa seseorang yang dapat menguasai bahasa asing adalah mereka yang menguasai bahasa mereka sendiri dengan baik, didalam konteks ini bahasa asing yang akan diambil kedalam Bahasa Indonesia. Bagaimana mungkin seorang warga asli Indonesia ingin menguasai bahasa asing jika tidak menguasai Bahasa Indonesia dengan baik.
Dengan demikian, peran Bahasa Indonesia mulai terlihat. Bahasa Indonesia digunakan sebagai bahasa pembanding bahasa asing tersebut. Informasi yang ada tentu akan lebih mudah diserap oleh warga Negara Indonesia lainnya jika mengunakan Bahasa Indonesia, tentunya hal ini akan berakibat kepada berkembangnya ilmu pengetahuan didalam Negeri sendiri.
Adapun dampak positif dan negatif dalam perkembangan IPTEK yaitu :
Dampak positif perkembangan IPTEK :
1.      Memberikan berbagai kemudahan
2.      Mempermudah meluasnya berbagai informasi
3.      Bertambahnya pengetahuan dan wawasan
Dampak negatif perkembangan IPTEK :
1.      Mempengaruhi pola berpikir
2.      Hilangnya budaya tradisional
3.      Banyak menimbulkan berbagai kerusakan

Refrensi :
https://www.scribd.com/doc/21562578/Kedudukan-Bahasa-Indonesia
http://ricky-ricky-ricky80.blogspot.co.id/2012/10/peranan-bahasa-indonesia-dalam.html
Suryadi (1993). Pengenalan Komputer. Jakarta: Gunadarma.