Rabu, 15 Oktober 2014

Teori Organisasi Umum 1 #


1.  Sebutkan dan jelaskan pengertian organisasi dari beberapa tokoh min.3 tokoh!
Jawab :
-  Stephen P. Robbins mengatakan bahwa Organisasi adalah satu kesatuan sosial yang dikoordinasikan secara sadar, dengan sebuah batasan –batasan yang relatif  yang dapat diindentifikasi, dan bekerja atas dasar yang relatif secara terus menurus untuk   mencapai suatu tujuan bersama atau pun sekelompok tujuan
-          Prof Dr. Sondang P. Siagian, mendefinisikan  bahwa Organisasi adalah setiap bentuk antara dua orang atau lebih yang bekerja bersama secara formal yang terikat dalam rangka pencapaian suatu tujuan yang telah ditentukan dalam ikatan yang mana terdapat seseorang atau beberapa orang yang disebut atasan dan bawahan.
-          Paul Preston dan Thomas Zimmerer mengatakan bahwa Organisasi adalah sekumpulan antara orang-orang yang disusun dalam kelompok-kelompok, yang bekerjasama untuk mencpai suatu tujuan bersama.
-          Drs. Malayu S.P Hasibuan mengatakan bahwa Organisasi ialah suatu sistem perserikatan secara formal, berstruktur dan terkoordinasi dari beberapa kelompok yang bekerjasama dalam mencapai sebuah tujuan tertentu.
-          Prof. Dr. Mr Pradjudi Armosudiro mengatakan Orgnisasi adalah sebuah struktur pembagian kerja dan tata hubungan kerja antara sekelompok orang yang diposisikan dengan bekerjasama secara
tertentu untuk bersama-sama dalam mencapai tujuan tertentu.

2.    Bentuk bagan organisasi berserta kelebihan dan kelemahannya!
Jawab :
Bentuk Organisasi:
Dalam perkembangan terdapat  6 bentuk organisasi yang perlu diperhatikan.


1. ORGANISASI LINI (LINE ORGANIZATION)
Diciptakan oleh Henry Fayol, Organisasi lini adalah suatu bentuk organisasi yang menghubungkan langsung secara vertical antara atasan dengan bawahan, sejak dari pimpinan tertinggi sampai dengan jabatan-jabatan yang terendah, antara eselon satu dengan eselon yang lain masing-masing dihubungkan dengan garis wewenang atau komando. Organisasi ini sering disebut dengan organisasi militer. Organisasi Lini hanya tepat dipakai dalam organisasi kecil. Contohnya; Perbengkelan, Kedai Nasi, Warteg, Rukun tetangga.

Memiliki ciri-ciri:
·         Hubungan antara atasan dan bawahan masih bersifat langsung dengan satu garis wewenang
·         Jumlah karyawan sedikit
·         Pemilik modal merupakan pemimpin tertinggi
·         Belum terdapat spesialisasi
·         Masing-masing kepala unit mempunyai wewenang & tanggung jawab penuh atas segala bidang pekerjaan
·         Struktur organisasi sederhana dan stabil
·         Organisasi tipe garis biasanya organisasi kecil
·         Disiplin mudah dipelihara (dipertahankan)

Keuntungan-keuntungan penggunaan organisasi tipe garis adalah :
·         Ada kesatuan komando yang terjamin dengan baik
·         Disiplin pegawai tinggi dan mudah dipelihara (dipertahankan)
·         Koordinasi lebih mudah dilaksanakan
·         Proses pengambilan keputusan dan instruksi-instruksi dapat berjalan cepat
·         Garis kepemimpinan tegas, tidak simpang siur, karena pimpinan langsung berhubungan dengan bawahannya sehingga semua perintah dapat dimengerti dan dilaksanakan
·         Rasa solidaritas pegawai biasanya tinggi
·         Pengendalian mudah dilaksanakan dengan cepat
·         Tersedianya kesempatan baik untuk latihan bagi pengembangan bakat-bakat pimpinan.
·         Adanya penghematan biaya
·         Pengawasan berjalan efektif

 Kelemahan-kelemahan organisasi garis :
·         Tujuan dan keinginan pribadi pimpinan seringkali sulit dibedakan dengan tujuan organisasi
·         Pembebanan yang berat dari pejabat pimpinan , karena dipegang sendiri
·         Adanya kecenderungan pimpinan bertindak secara otoriter/diktaktor, cenderung bersikap kaku (tidak fleksibel).
·         Kesempatan pegawai untuk berkembang agak terbatas karena sukar untuk mengabil inisiatif sendiri
·         Organisasi terlalu tergantung kepada satu orang, yaitu pimpinan
·         Kurang tersedianya saf ahli

Contoh bagan Organisasi Lini :
Organisasi Lini

2. ORGANISASI LINI DAN STAF (LINE AND STAFF ORG)
Merupakan kombinasi dari organisasi lini, asaz komando dipertahankan tetapi dalam kelancaran tugas pemimpin dibantu oleh para staff, dimana staff berperan memberi masukan, bantuan pikiran saran-saran, data informasi yang dibutuhkan.

Memiliki ciri-ciri:
·         Hubungan atasan dan bawahan tidak bersifat langsung
·         Pucuk pimpinan hanya satu orang dibantu staff
·         Terdapat 2 kelompok wewenang yaitu lini dan staff
·         Jumlah karyawan banyak
·         Organisasi besar, bersifat komplek
·         Adanya spesialisasi

Keuntungan penggunaan bentuk organisasi garis dan staf:
1.     Asas kesatuan komando tetap ada. Pimpinan tetap dalam satu tangan.
2.    Adanya tugas yang jelas antara pimpian staf dan pelaksana
3.    Tipe organisasi garis dan staf fleksibel karena dapat ditempatkan pada organisasi besar maupun kecil.
4.    Pengembalian keputusan relatif mudah, karena mendapat bantuan/sumbangn pemikiran dari staf.
5.    Koordinasi mudah dilakukan, karena ada pembagian tugas yang jelas.
6.    Disiplin dan moral pegawai biasanya tinggi, karena tugas sesuai dengan spesialisasinya
7.    Bakat pegawai dapat berkembang sesuai dengan spesialisasinya.
8.    Diperoleh manfaat yang besar bagi para ahli

Kelemahan-kelemahan dari bentuk Organisasi garis dan staf:
1.     Kelompok pelaksana terkadang bingung untuk membedakan perintah dan bantuan nasihat
2.    Solidaritas pegawai kurang, karena adanya pegawai yang tidak saling mengenal
3.    Sering terjadi persaingan tidak sehat, karena masing-masing menganggap tugas yang dilaksanakannyalah yang penting
4.    Pimpinan lini mengabaikan advis staf
5.    Apabila tugas dan tanggung jawab dalam berbagai kerja antara pelajat garis dan staf tidak tegas, maka akan menimbulkan kekacauan dalam menjalankan wewenang
6.    Penggunaan staf ahli bisa menambah pembebanan biaya yang besar
7.    Kemungkinan pimpinan staf melampaui kewenangan stafnya sehingga menimbulkan ketidaksenangan pegawai lini
8.    Kemungkinan akan terdapat perbedaan interpretasi antara orang lini dan staf dalam kebijakan dan tugas-tugas yang diberikan sehingga menimbulkan permasalahan menjadi kompleks.
Contoh bagan organisasi garis dan staf :
Organisasi Garis dan Staff

3. ORGANISASI FUNGSIONAL (FUNCTIONAL ORG)
Diciptakan oleh Frederick W. Taylor, Organisasi ini disusun berdasarkan sifat dan macam pekerjaan yang harus dilakukan, masalah pembagian kerja merupakan masalah yang menjadi perhatian yang sungguh-sungguh.


Memiliki ciri-ciri:
·         Pembidangan tugas secara tegas dan jelas dapat dibedakan
·         Bawahan akan menerima perintah dari beberapa atasan
·         Pekerjaan lebih banyak bersifat teknis
·         Target-target jelas dan pasti
·         Pengawasan secara ketat
·         Penempatan jabatan berdasarkan spesialisasi

Keuntungan-keuntungan menggunakan organisasdi fungsional :
1.     Spesialisasi dapat dilakukan secara optimal
2.    Para pegawai bekerja sesuai keterampilannya masing-masing
3.    Produktivitas dan efisiensi dapat ditingkatkan
4.    Koordinasi menyeluruh bisa dilaksanakan pada eselon atas, sehingga berjalan lancar dan tertib
5.    Solidaritas, loyalitas, dan disiplin karyawan yang menjalankan fungsi yang sama biasanya cukup tinggi.
6.    Pembidangan tugas menjadi jelas

Kelemahan-kelemahan organisasi fungsional:
1.     Pekerjaan seringkali sangat membosankan
2.    Sulit mengadakan perpindahan karyawan/pegawai dari satu bagian ke bagian lain karena pegawai hanya memperhatikan bidang spesialisasi sendiri saja
3.    Sering ada pegawai yang mementingkan bidangnya sendiri, sehingga koordinasi menyeluruh sulit dan sukar dilakukan. 
Contoh Bagan Organisasi Bentuk Fungsional
Organisasi Bentuk Fungsional

4. ORGANISASI LINI & FUNGSIONAL (LINE & FUNCTIONAL ORG)
Suatu bentuk organisasi dimana wewenang dari pimpinan tertinggi dilimpahkan kepada perkepala unit dibawahnya dalam bidang pekerjaan tertentu dan selanjutnya pimpinan tertinggi tadi masih melimpahkan wewenang kepada pejabat fungsional yang melaksanakan bidang pekerjaan operasional dan hasil tugasnya diserahkan kepada kepala unit terdahulu tanpa memandang eselon atau tingkatan.

Memiliki ciri-ciri:
·         Tidak tampak adanya perbedaan tugas-tugas pokok dan tugas-tugas yang bersifat bantuan.
·         Terdapat spesialisasi yang maksimal
·         Tidak ditonjolkan perbedaan tingkatan dalam pemabagian kerja

Keuntungan-keuntungan organisasi Lini dan fungsional :
1.     Solodaritas tinggi
2.    Disiplin tinggi
3.    Produktifitas tinggi karena spesialisasi dilaksanakan maksimal
4.    Pekerjaan – pekerjaan yang tidak rutin atau teknis tidak dikerjakan

Kelemahan-kelemahannya organisasi Lini dan Fungsional adalah :
1.     Kurang fleksibel dan tour of duty
2.    Pejabat fungsional akan mengalami kebingungan karena dikoordinasikan oleh lebih dari satu orang
3.    Spesiaisasi memberikan kejenuhan
Contoh bagan organisasi Lini dan Fungsional
Organisasi Lini dan Fungsional

5. ORGANISASI LINI, FUNGSIONAL DAN STAF (LINE, FUNCTIONAL AND STAFF ORG)
Organisasi ini merupakan perkembangan lebih lanjut dari organisasi berbentuk lini dan fungsional.
 Memiliki ciri-ciri:
1.    Organisasi besar dan kadang sangat sulit dipahami
2.   Jumlah karyawan banyak
3.   Mempunyai 3 unsur karyawan pokok yaitu:
·         Karyawan dengan tugas pokok (line personal)
·         Karyawan dengan tugas bantuan (staff personal)
·         Karyawan dengan tugas operasional fungsional (functional group)

6. ORGANISASI KOMITE (COMMITE ORG)
Suatu organisasi dimana tugas kepemimpinan dan tugas tertentu lainnya dilaksakan secara kolektif.
 Organisasi komite terdiri dari :
1.    Executive Committee ( Pimpinan Komite), yaitu para anggotanya mempunyai wewenang lini
2.   Staff Committee, yaitu orang – orang yang hanya mempunyai wewenang staf

 Memiliki ciri-ciri :
·         Adanya dewan dimana anggota bertindak secara kolektif
·         Adanya hak, wewenang dan tanggung jawab sama dari masing-masing anggota dewan.
·         Asas musyawarah sangat ditonjolkan
·         Organisasinya besar & Struktur tidak sederhana
·         Biasannya bergerak dibidang perbankan, asuransi, niaga.

Keuntungan Organisasi komite adalah:
1.     Pelaksanaan decision making berlangsung baik karena terjadi musyawarah dengan pemegang saham maupun dewan
2.    Kepemimpinan yang bersifat otokratis yang sangat kecil
3.    Dengan adanya tour of duty maka pengembangan karier terjamin

Kelemahan organisasi komite adalah:
1.     Proses decision making sangat lambat
2.    Biaya operasional rutin sangat tinggi
3.    Kalau ada masalah sering kali terjadi penghindaran siapa yang bertanggung jawab

3.       Jenis –jenis organisasi sebagai berikut (PT,CV,FA, Koperasi, Join Venture)!
       Jawab :
1.   Perseroan Terbatas (PT)
Ialah  badan hukum yang merupakan persekutuan modal, yang didirikan berdasarakan perjanjian dan melakukan kegiatan usaha dengan modal dasar yang terbagi dalam saham. PT ini pun salah satu bentuk hukum yang paling banyak digunakan bagi para pengusaha di indonesia sebagai landasan hukum untuk melakukan kegiatan usaha diberbagai sektor seperti industri, perdagangan, pelayaran, pariwisata, jasa konstruksi, transportasi, pertambangan, agrobisnis, properti dll.
2.  Perseroan Komanditer (CV)
Perseroan komanditer atau commanditaire vennootshap (CV) adalah salah satu   bentuk badan usaha yang umum yang digunakan bagi para pelaku bisnis usaha kecil dan menengah (UKM), CV bukanlah badan hukum seperti halnya PT, kerena tidak ada undang-undang yang secara khusus mengatur tentang Perseroan ini. Perbedaan lain yang mendasar antara CV dan PT adalah Modalnya, didalam Perseroan Komanditer modal perusahaan tidak disebutkan didalam akta pendirian seperti halnya PT. Jadi, para persero harus membuat kesepakatan tersendiri mengenai hal tersebut, atau membuat catatan yang terpisah mengenai modal yang disetor. Hal ini dapat kita lihat dari banyaknya pengusaha dan para pelaku bisnis yang mendirikan CV sebagai bentuk usaha awal perusahan untuk melakukan kegiatan usaha diberbagai bidang termasuk sektor perdagangan, jasa konstruksi, industri atau bidang jasa lainnya.
3.  Firma (FA)
Firma adalah suatu bentuk badan usaha yang didirikan dan dimiliki oleh dua orang atau lebih, dan umumnya didirikan dengan Akta Otentik sebagai Akta Pendirian dan dibuat oleh Notaris dalam bahasa Indonesia. Badan usaha ini lebih banyak digunakan oleh beberapa atau sekelompok orang yang memiliki keahlian sama untuk memberikan pelayanan atau melaksanakan kegiatan usaha dibidang Jasa. Para pendiri Firma umumnya telah saling mengenal dan percaya satu sama lain serta masing-masing anggota telah mengetahui dan memahami segala resiko yang timbul dan menjadi tanggung jawab para pendirinya. Maksud dan tujuan perusahaan ini dapat bersifat umum atau spesialis. Namun umumnya badan usaha ini didirikan untuk dengan maksud dan tujuan untuk melaksanakan kegiatan usaha dibidang Jasa.
4.    Koperasi
Koperasi adalah asosiasi orang-orang yang bergabung dan melakukan usaha bersama atas dasar prinsip-prinsip Koperasi, sehingga mendapatkan manfaat yang lebih besar dengan biaya yang rendah melalui perusahaan yang dimiliki dan diawasi secara demokratis oleh anggotanya. Koperasi bertujuan untuk menjadikan kondisi sosial dan ekonomi anggotanya lebih baik dibandingkan sebelum bergabung dengan Koperasi.
     Dari pengertian di atas dapat diuraikan sebagai berikut:
a.       Asosiasi orang-orang. Artinya, Koperasi adalah organisasi yang terdiri dari orang- orang yang terdiri dari orang-orang yang merasa senasib dan sepenanggungan, serta memiliki kepentingan ekonomi dan tujuan yang sama.
b.      Usaha bersama. Artinya, Koperasi adalah badan usaha yang tunduk pada kaidah - kaidah ekonomi yang berlaku, seperti adanya modal sendiri, menanggung resiko lainnya.
c.       Manfaat yang lebih besar. Artinya, Koperasi didirikan untuk menekan biaya, sehingga keuntungan yang diperoleh anggota menjadi lebih besar.
d.      Biaya yang lebih rendah. Dalam menetapkan harga, Koperasi menerapkan aturan, harga sesuai dengan biaya yang sesungguhnya, ditambah komponen lain bila dianggap perlu, seperti untuk kepentingan investasi.
5.    Join Venture / Perusahaan Patungan
Perusahaan patungan adalah sebuah kesatuan yang dibentuk antara 2 pihak atau lebih untuk menjalankan aktivitas ekonomi bersama. Pihak-pihak itu setuju untuk berkelompok dengan menyumbang keadilan kepemilikan, dan kemudian saham dalam penerimaan, biaya, dan kontrol perusahaan. Perusahaan ini hanya dapat untuk proyek khusus saja, atau hubungan bisnis yang berkelanjutan seperti perusahaan patungan Sony Ericsson. Kemudian, perusahaan patungan bisa berupa badan hukum, kemitraan, LLC, atau struktur resmi lainnya, bergantung pada jumlah pertimbangan seperti pertanggung-jawaban pajak dan kerugian.
Alasan pembentukan joint venture dapat dibagi menjadi 3 yaitu, alasan internal (seperti  membangun kekuatan perusahaan atau menambah akses ke sumber daya keuangan), tujuan persaingan (Mempengaruhi evolusi struktural industri, penciptaan unit kompetisi yang kuat), dan Tujuan strategi.

4.    Bentuk- bentuk kerjasama dalam organisasi (Holding, Kartel,Trust, Joint Venture)!
Jawab :
Bentuk Bentuk Kerjasama :
A. Holding :
Perusahaan induk atau Holding Company adalah perusahaan utama yang membawahi beberapa perusahaan yang tergabung ke dalam satu grup perusahaan. Melalui pengelompokan perusahaan kedalam induk perusahaan yang bertujuan untuk meningkatkan atau menciptakan nilai pasar perusahaan (market value creation).
Contoh : Trans Corp mempunyai 2 cabang stasiun televise, yaitu Trans7 dan         TransTV.

      B. Kartel :
Sering terbentuk oleh para peserta tender yang bertujuan untuk memanipulasi pemenang tender, yang menguntungkan salah satu anggota kartel tersebut. Praktik yang juga digolongkan sebagai korupsi ini dapat dilakukan dengan atau tanpa adanya keterlibatan pejabat Negara didalamnya. Sementara kolusi biasanya merupakan bentuk kesepakatan dari peserta tender untuk menetapkan giliran pemenang tender atau kesepakatan pembayaran kompensasi kepada pihak yang kalah tender karena memasukkan penawaran yang lebih tinggi.
Contoh : Praktik monopoli dan persaingan usaha kesepakatan dalam penetapan dan kenaikan harga serta pembagian pasar.

C. Trust :
Trust atau kepercayaan adalah suatu kepercayaan dari atasan untuk bawahan atau sebaliknya. Hubungan tersebut merupakan hal yang sangat penting agar kerjasama dapat tercipta dengan efektif. Bentuk trust yang muncul sangat jelas terjasi ketika atasan dan bawahan saling mengenal Knowledge Based Trust atau pengetahuan berdasarkan kepercayaan, namun baik di awal hubungan mereka ketika mereka masih menjadi stranger atau orang asing.
Contoh : Atasan yang memberikan suatu pekerjaan kepada bawahannya dengan penuh kepercayaan.

D. Joint Venture :
Adalah bergabungnya suatu perusahaan dengan perusahaan lain untuk menjalankan aktivasi ekonomi bersama. Pihak itu pun setuju untuk berkelompok dengan menyumbang keadilan pemilikan dan kemudian saham dalam penerimaan biaya dan control perusahaan.

Contoh : Perusahaan ASUS dan Gigabyte, Asosiasi Panel Kayu Indonesia (ASI) dan Asosiasi Pabrik Kertas Indonesia (APKI).

Senin, 23 Juni 2014

Manusia dan harapan


          Harapan adalah langkah awal dari sebuah keinginan yang mungkin bisa dicapai dalam usaha dimasa depan. Hal ini yang tidak akan pernah selesai dengan tuntas dan dapat menghasilkan apa yang diharapkan jika ada usaha yang jelas untuk mewujudkan harapan tersebut.  Setiap manusia pun pasti memiliki sebuah harapan yang akan dicapai yang merupakan sebuah cita-cita di masa depan yang akan datang. Harapan yang akan dicapai juga sesuai dengan pengetahuan, pengalaman, lingkungan hidup, serta kemampuannya. Manusia juga harus yakin atas usahanya dengan mewujudkan harapan agar tercapai sesuai dengan yang diharapkan. Salah satu penyebab manusia mempunyai sebuah harapan adalah suatu dorongan kodrat manusia sebagai makhluk sosial. Dorongan itulah yang menyebabkan manusia yang mempunyai bermacam kebutuhan hidup dan kepercayaan serta untuk memenuhinya manusia harus bekerjasama dengan orang lain. Sehingga manusia dapat menciptakan sebuah harapannya.

Dampak Jika Harapan Tidak Tercapai

          Dalam memiliki sebuah harapan manusia memiliki semangat hidup untuk meraih harapan tersebut. Namun pada kenyatannya ada pula harapan manusia yang tidak semua memiliki dampak yang baik bagi manusia itu sendiri, hal ini disebabkan karena ada beberapa hal :
1.     Harapan mereka yang mungkin terlalu tinggi sehingga tidak mungkin bisa dicapai atau didapatkannya,
2.    Ketika mereka sedang berusaha meraih sebuah harapan tersebut maka ada sesuatu kejadian atau musibah sehingga manusia itu gagal atau tidak bisa meraih harapan itu,
3.    Memiliki dampak buruk salah satunya depresi/frustasi sehingga manusia dapat merubah sifat dan karakternya sendiri, serta kepribadiannya, hal ini yang mungkin juga manusia tidak bisa mencapai pada sebuah harapannya.


Dalam hal ini, tidak semua harapan dan keinginan berdampak positif bagi manusia. Tetapi juga semuanya kembali kepada diri manusia itu sendiri. Namun, kita harus berusaha dan berdoa jika kita ingin mencapai sebuah harapan tersebut dan apabila tidak tercapai, akan lebih baik kita untuk tidak putus asa atau mungkin kita harus belajar dari sebuah kesalahan dari hal yang sudah terjadi, sehingga kita bisa berjuang dan bangkit kembali untuk mencapi sebuah harapan yang kita inginkan dengan sungguh-sungguh.

Rabu, 07 Mei 2014

Manusia dan tanggung jawab

Manusia memiliki jiwa yang bersosial yang tidak dapat hidup sendiri. Dengan nilai-nilai yang di perankan oleh seseorang dalam jiwa yang bersosial harus di pertanggung jawabkan . Namun nilai- nilai yang di perankan tersebut menjadi salah satu kewajiaban untuk manusia yang mampu dipertanggung jawabkan. Kewajiban ini merupakan suatu yang dibebankan terhadap seseorang dan hak bagi setiap manusia. Sehingga manusia mampu mendeskripsikan segala sesuatu yang dapat diselesaikan dengan kewajiban adanya tanggung jawab.
Pengertian  Tanggung Jawab
       Tanggung jawab adalah ciri manusia yang mempunyai sifat yang terpuji. Artinya bahwa  manusia merasa bertanggung jawab karena ia menyadari akibat baik atau buruknya dari perbuatan yang di lakukan oleh manusia. Namun pula bahwa perlu adanya pengabdian atau sebuah pengorban dari manusia itu sendiri. Untuk itu manusia harus memperoleh atau meningkatkan kesadaran bertanggung jawab dan perlu ditempuh pula usaha dalam melalui pendidikan, keteladanan, dan ketakwaan. Sifat dalam bertanggung jawab ini adalah suatu kesadaran manusia  dalam tingkah laku atau perbuatannya yang disengaja ataupun yang tidak disengaja.
          Dalam salah satu contoh, bila seseorang yang mempunyai kewajiban dalam belajar maka ia harus memenuhi kewajibannya sebagai sikap kegiatan belajarnya. Namun bila ia seorang yang malas belajar maka ia harus sadar akan hal itu dan ia harus bertanggung jawab dikemudian hari setelah ia sudah merasakan suatu penyesalan yang tidak akan pernah bisa terulang kembali. Dengan itu, kita sebagai manusia harus bisa memperkirakan  kapan dan dimana terjadinya suatu kegagalan atau masalah yang harus diawali dengan kewajiban dalam suatu tanggung jawab  manusia.

macam –macam tanggung jawab terhadap manusia
        manusia berjuang dalam memenuhi keperluannya untuk diri sendiri dan pihak lain. Untuk itu dalam menghadapi manusia lain dalam bermasyarakat atau menghadapi lingkungan dalam usahanya juga menyadari bahwa ada kekuatan lain yang ikut menentukan suatu kekuasaan Allah SWT.  Dengan kekuatan inilah rasa tanggung jawab itu dapat dibedakan dala keadaan manusia atau hubungan yang dibuatnya. Inilah beberapa jenis tanggung jawab natara lain:


(a). tanggung jawab terhadap diri sendiri
          Tanggung jawab ini adalah kesadaran setiap orang untuk memenuhi kewajibannya sendiri dalam mengembangkan kepribadiannya sebgai manusia pribadi. Hal ini dapat memecahkan suatu masalah kemanusian terhadap diri sendiri. Maka dari itu manusia mempunyai pendapat dan perasaan sendiri. Sehingga manusia tidak luput dari kesalahannya.

(b)  Tanggung jawab terhadap keluarga
          Keluarga merupakan kehidupan kecil yang berawal dari sebuah keluarga. Setiap anggota keluarga wajib bertanggung jawab untuk keluarganya. Namun hal berhubungan untuk nama baik keluarga. Tetapi tanggung jawab ini jugan merupakan kesejahteraan,keselamatan,dan kehidupan dalam suatu berkeluarga.
         
(c). Tanggung jawab terhadap Tuhan
          Allah SWT menciptakan manusia dibumi ini bukanlah tanpa adanya tanggung jawab,melainkan untuk beramal atau membiasakan diri manusia untuk bersikap tanggung jawab terhadap AllaH SWT. Sehingga tindakan manusia tidak dapat dilepaskan dati hukuman-hukuman yang dituangkan dalam berbagai kitab suci dari berbagai agama. Untuk itu perlu adanya tanggung jawab telah apa yang sudah kita lakukan di dunia ini.

(c) Tanggung  jawab terhadap Masyarakat
          Hakekat manusia tidak bisa hidup tanpa adanya bantuan  manusia lain. Sesuai dengan kedudukan sebagai mahkluk social. Hal ini sangat penting, dalam membutuhkan manusia lainnya. Sehingga manusia merupakan anggota masyarakat yang tentunya mempunyai rasa tanggung jmawab seperti anggota manusia lainnya agar dapat melangsungkan hidup damai dalam masyarakat yang sewajarnya, serta tingkah laku  dan perbuatannya harus dipertanggung jawabkan kepada masyarakat.

Pengabdian dan pengorbanan terhadap manusia  
            Rasa tanggung jawab juga berupa pengabdian dan pengorbanan terhadap manusia. Artinya bhwa setiap perbuatan baik untuk kepentingan manusia itu sendiri.
       -          Pengabdian
       Pengabdian adalah suatu perbuatan baik yang berupa pikiran, pendapat, ataupun tenaga sebagai wujud kesetiaan dan cinta kasih dalam satu ikatan . hal ini yang berarti   mengabdian kepada semua orang,keluarga,ataupun diri sendiri. 
    -  Pengorbanan
 pengorbanan berarti pemberian untuk menyatakan  kebaktian.  Dengan demikian pengorbanan yang bersifat kebaktian itu mengandung unsur keikhlasan yang tidak mengandung pamrih. Suatu pemberian yang didasarkan atas kesadaran moral yang tulus dan  ikhlas.